Tentang Facebook

startup facebook

facebook

Beberapa waktu yang lalu, sebuah situs jejaring sosial yang sangat terkenal dan populer hingga saat ini, yaitu facebook. Sudah lewat beberapa masa, entah kenapa aku tidak merasa tertarik untuk membuat account di facebook. Entah karena memang tidak perlu, atau belum perlu, atau apa aku sendiri tidak tahu. Hingga saat ini aku menuliskan artikel ini, aku belum membuat account tersebut.

Saat ini, aku masih memilih untuk bertahan dengan 3 buah blog yang sudah kalang kabut aku kelola tapi isinya ya segitu-segitu saja, ga’ nambah-nambah. Friendsterpun sudah sangat jarang aku kelola. Baru akhir-akhir ini saja aku kembali untuk mengelola blog-ku ini: wordpress.

Seringkali aku mendengar dan membaca mereka-mereka yang telah memiliki account di facebook. Rasa senang ketemu dengan rekan-rekan mereka yang telah lama tidak bertemu, atau bahkan saudara-saudara mereka, bertukar cerita, bertukar kisah, bertukar memori yang telah lalu, dan lain sebagainya, atau hanya sekedar bernostalgia saja. Yah…, namanya juga jejaring sosial, artinya sisi sosial dari seorang manusia diberi sentuhan teknologi di sini. Hebat juga program buatan Mark Elliot Zuckerberg ini, meski di awal-awal peluncurannya beberapa negara memblokir program ini, termasuk Syiria, China, Iran, tidak ketinggalan pula Indonesia dengan fatwa haram-nya (meskipun akhirnya ditolak mentah-mentah oleh berbagai kalangan).

Banyak teman-teman yang menanyakan (baik secara langsung maupun lewat e-mail, apakah aku punya account di facebook?), spontan saja ku jawab: TIDAK, dan mereka pun bertanya-tanya, mengapa? Beberapa alasan yang dapat aku tuliskan di sini antara lain:

  1. seberapa efektifkah facebook untuk mendukung pekerjaan (apalagi pekerjaanku). Pada penilaian pribadiku, tidak ada efektifnya, sebab aku menilai aku sendiri lebih senang bertemu langsung dengan orangnya, dibandingkan dengan bertemu di dunia maya. Kecuali dalam hal-hal tertentu, tentu saja perangkat internet akan lebih efektif.
  2. alasan yang kedua adalah: seberapa banyakkah waktuku akan terbuang untuk mengelola facebook dibandingkan untuk mengerjakan pekerjaanku? Aku sendiri tidak pernah menghitung berapa banyak waktuku yang kugunakan untuk mengurusi pekerjaanku, tapi aku sudah merasakan addicted bila sudah terhubungkan dengan dunia maya, terlebih lagi, beberapa artikel menyebutkan pemecatan terhadap karyawan yang ditengarai mengakses facebook (baca di sini dan di sini). Wikipedia juga menyatakan efek buruk dari para karyawan perusahaan yang telah menghabiskan waktunya untuk menggunakan layanan facebook.
  3. Aku sendiri sudah memiliki account di Friendster. Bukan alih-alih membandingkan satu layanan dengan layanan yang lain. Tetapi yang aku rasakan adalah satu layanan saja sudah membuat aku bingung untuk mengelolanya, apakah perlu aku tambahi dengan layanan di tempat yang lain. Bagiku, blog sudah cukup untuk membuat aku jadi produktif menulis. Terkadang aku juga merasakan bosan terhadap layanan sosial-networking, macam Friendster, Plurk, Facebook dan lain sebagainya. Ada memang teman yang memiliki kecenderungan untuk mencoba berbagai layanan social-networking tersebut, hingga tak terhitung banyaknya layanan yang pernah dicoba. Ujung-ujungnya ya hanya terbengkalai dan tidak terurus. Ya ada juga sisi positifnya, jadi bisa membandingkan satu layanan dengan layanan yang lain, dan mempunyai scope perbandingan yang lebih luas.
  4. Mencoba untuk lebih produktif dengan berbagai keterbatasan. Saat ini, dibutuhkan struggle yang sedemikian hebatnya untuk membuat sebuah tulisan di blog (atau di media manapun juga), apalagi di kalangan akademisi, tuntutan untuk dapat menuliskan sesuatu secara ilmiah merupakan sebuah hal yang seharusnya sudah menjadi “makanan sehat”nya sehari-hari.
  5. alasan yang ke-5: Bill Gates adjah mau tutup account facebooknya…!! Hehehehehehe…… (baca di sini)

Mungkin dengan 5 alasan tersebut, sudah cukup bagiku untuk menuliskan ulasanku tentang Facebook. Ini hanya sekedar pendapat pribadi, bukan ingin membandingkan produk layanan sosial manapun. Mau dikomentari? silakan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s