Kenapa sih ga’ bisa nahan bentar adjah…???

smsan dan nyetirMungkin ini hanya sekedar uneg-uneg-ku semata, atau mungkin sekedar luapan dari kejengkelan yang selama ini aku pendam, atau apalah namanya, mungkin pembaca sekalian juga pernah menemuinya atau justru bahkan melakukan hal tersebut.

Hal ini aku temui setiap hari, setiap saat, baik saat aku berangkat ataupun pulang bekerja, bepergian sendiri maupun bersama dengan keluargaku, ataupun saat-saat lain dimana aku berada di atas kendaraan bermotor.

Yang jadi inti adalah : bersms ria dan berhape-hape ria di atas kendaraan bermotor di saat kendaraan tersebut melaju!! Bisa dibayangkan betapa aku sering dibuat jengkel gara-gara para pengendara tersebut (mohon maaf kebanyakan adalah putri dan menggunakan kendaraan bermotor model matic) sering kali bersms ria, bahkan bertelpon-telpon ria di jalanan, sementara pengendara tersebut mengedarai motor dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan. sms nyetirPada kedua gambar yang kuberikan di sini, para pengendara tersebut adalah pengendara mobil. Hal ini pun sama saja, sering kali kutemui para pengendara mobil (baik itu laki-laki maupun perempuan dan umumnya yang muda hingga mendekati setengah baya), yang kurang memiliki kehati-hatian dalam mengendarai kendaraan bermotornya. Seringkali tanpa memperhatikan keselamatan pengendara yang lain, main kebut-kebut trus terobos2 semaunya dan bermain hape dengan santainya. Apakah ini yang dinamakan dengan pengendara yang baik dan pengendara yang aman (safety rider)?

Yang justru lebih mengejutkan lagi, ada contoh seperti berikut ini yang sungguh-sungguh tidak dapat dijadikan contoh sama sekali, mungkin bisa jadi contoh yang benar2 buruk yang dilakukan oleh oknum aparat negara!!! bagaimana ini bisa terjadi??? aparat kepolisian yang seharusnya jadi contoh  polisi jalan sambil smsdan pengayom masyarakat koq malah memberikan contoh yang tidak semestinya??? Lalu masyarakat harus mencontoh yang mana dan siapa?

Memang pada  beberapa bagian jalan dan perempatan jalan sudah dipasangi larangan untuk tidak menggunakan telepon genggam saat mengemudikan kendaraannya. Tapi mengapa masih saja hal tersebut dilakukan masyarakat (plus dalam hal ini aparat negara?)

apakah sedemikian pentingnya arti panggilan yang diterima saat mengemudikan kendaraan bermotor dibandingkan dengan keselamatan diri dan keselamatan pengendara dan pemakai jalan yang lain? tidak bisakah menepi barang sebentar untuk menerima telepon atau sms sehingga tidak membahayakan pengendara dan pemakai jalan yang lain?

keadaan sedemikian ternyata tidak hanya di negara kita (Indonesia) saja. Tengoklah di beberapa negara yang lain, misalnya Austin (baca artikel oleh Ashley Hughes) sedang mempelajari kondisi agar pengendara tidak lagi menggunakan telepon genggam mereka saat berkendara, atau yang sudah mulai diterapkan di Ontario, Ottawa (baca  artikel dari Lee Greenberg with files from Thulasi Srikanthan) agar para pengendara tidak lagi menggunakan telepon genggamnya baik untuk menerima sms bahkan telepon.

Agaknya, pemerintah perlu memperhatikan hal ini pula demi keselamatan para pemakai jalan. Namun akankah kita akan terus menerus tergantung pada keputusan pemerintah? Tidakkah kita bisa menahan sedikit diri kita untuk tidak menerima telepon saat berkendara di jalan raya terlebih lagi jalan raya yang padat dan ramai dengan kendaraan?? Mari kita koreksi diri kita masing2…

One response to “Kenapa sih ga’ bisa nahan bentar adjah…???

  1. Pingback: Tentang Lalu Lintas (Lagi-Lagi) « this is about pram …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s