Tentang Lalu Lintas (Lagi-Lagi)

Tulisan ini kubuat tidak dengan sengaja, secara spontan, tapi merupakan lanjutan dari tulisanku yang terdahulu (baca : Kenapa sih ga’ bisa nahan bentar adjah…???). Kebetulan tadi pagi, seperti biasa urusan pertama kali adalah cek e-mail(s). Aku punya kurang lebih 3 e-mail di Yahoo, 4 e-mail di Google, dan mengelola 3 e-mail yang ada di domain kampusku sendiri. Bukan untuk sombong atau muluk-muluk, ini berdasarkan pengalamanku sendiri, ternyata untuk urusan yang berbeda, aku perlu menggunakan e-mail account yang berbeda-beda pula. Aku akan lebih mudah untuk mengatur pesan-pesan yang masuk.

kembali ke topik. biasanya setelah selesai aku menutup e-mailku yang ada di Yahoo!, secara otomatis akan dire-directkan ke negara asal kita. Jadi Yahoo! kemudan meneruskan linknya ke http://id.yahoo.com. biasanya di situ akan terlihat cuplikan-cuplikan berita dalam bahasa Indonesia baik yang berasal dari dalam negeri Indonesia, maupun yang berasal dari luar negeri. salah satu topik berita yang menarik perhatianku adalah yang berjudul “Banyak Melanggar, Denda Membesar“. Langsung saja aku klik linknya, dan setelah aku melihat dan membacanya, aku jadi ingin tertawa (bukan mentertawakan). Ternyata pemerintah memang benar-benar serius menggarap sisi kesadaran bertransportasi, baik itu untuk pengendara kendaraan bermotor maupun yang tidak.

aku tertawa sekali lagi bukan bermaksud untuk mentertawakan, tetapi melihat kesungguhan dari pihak kepolisian untuk menggarap keteraturan transportasi yang ada di negara Indonesia. Ternyata memang tidak main-main dengan segala hal yang dapat mengganggu sistem transportasi yang ada. Denda yang diberikan pun tidak main-main. mulai dari yang ringan “seharga” 200rb hingga ke pelanggaran berat yang “harganya” mencapai 1 juta. Itu kalau pelanggarannya cuma satu saja, kalau pelanggarannya mencapai lebih dari satu, ya tinggal dijumlahkan saja “harganya”. Ini cuplikannya :

  • Tak punya SIM? Diatur Pasal 281 jo Pasal 77 (1), denda Rp 1 juta.
  • Berkegiatan lain saat mengemudi, atau dipengaruhi keadaan yang mengurangi konsentrasi? Diatur Pasal 283 jo Pasal 106 (1), denda Rp 750 ribu
  • Tak mematuhi sinyal peringatan kereta api, menerobos palang di persimpangan rel? Aturan Pasal 296 jo pasal 114a, denda Rp 750 ribu
  • Melanggar rambu/marka? Diatur Pasal 287 (1) jo psl 106 (4a) dan Psl 106 (4b), denda Rp 500 ribu.

cuplikan di atas merupakan sebagian dari pelanggaran-pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor. ada pula denda-denda yang dilakukan per pelanggaran. nah silakan siapkan kalkulator saja bila nanti melanggar lebih dari satu pelanggaran.

pertanyaannya adalah bagaimana peraturan tersebut bisa dijalankan dengan baik dan benar? hal ini tentu saja tidak lepas dari koordinasi berbagai pihak antara lain : masyarakat, negara (pemerintah daerah/pusat), kepolisian. artinya, suatu peraturan akan jadi bermakna bilaada suatu hubungan yang harmonis antara ketiga unsur tersebut. itu kalau secara teori di atas kertas, lalu bagaimana dengan real application-nya? hehehehe… mari kita sama-sama bercermin kepada diri kita sendiri-sendiri, baik itu masyarakat pada umumnya, pemerintah, ataupun kepolisian. Apakah masing-masing dari kita sudah berusaha seoptimal mungkin untuk mewujudkan sistem lalu lintas dan transportasi yang lebih kondusif di Indonesia? apa sumbangan kita terhadap terwujudnya sistem lalu lintas dan transportasi yang lebih kondusif? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, tanpa ada kata-kata “tapi”.

jika ada yang tertarik untuk mengetahui undang-undangnya, silakan kunjungi Traffic Management Center Polda Metro Jaya di http://202.59.168.243/, di bagian perpustakaan. Atau jika memang menginginkan untuk download langsung, silakan ikuti link di bawah ini.

* Undang-Undang Lalu Lintas No 22. Tahun 2009.
* Undang-Undang Kepolisian No. 2 Tahun 2002.

semoga bermanfaat

2 responses to “Tentang Lalu Lintas (Lagi-Lagi)

  1. assalmu’alaikum pak Pram..
    alhmdulillah akhirnya saya temukan juga wordpressnya.

    tentang lalu lintas, dan terlepas dari denda dalam UU tersebut, saya beranggapan bahwa tertib di jalan itu:
    1. untuk keselamatanku dan orang lain
    2. cermin kepribadian kita (sebagaimana pesan yang sering saya lihat di jalanan)
    dan dengan anggapan seperti itulah alhamdulillah saya selalu tertib..^_^

    namun, hal masih saya kecewakan adl sikap para Polisi Lantas yang tidak lurus (manusia gag ada yang sempurna mungkin)
    kecewa ini diperparah saat pertama kali mendapatkan Drive License, saat itu kelas 3 SMA. dengan sifat jujur dan lugunya saya, Polisi pun minta ditembak (bukan menembak)…ironis sekali…tapi walaupun ironis,,,tetap saja saya turuti permintaan “beliau” untuk menembaknya…(hehe sungguh lugunya saia)

    yah..memang kesuksesan tertib lalu lintas tetaplah merupakan aksi kolaborasi dari banyak element…semoga makin damai lalu lintas INdonesia

    • mas sigit yang baik,
      komentar singkat saya: tidak ada sistem di dunia ini yang akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung sepenuhnya oleh segenap elemen-elemen yang ada, baik yang menjadi subjek ataupun yang menjadi objek dalam sistem tersebut. Apa yang mas sigit alami sebenarnya juga tidak merupakan cerminan secara umum dari setiap aparat yang ada dan saya lihat saat ini peningkatan yang terjadi cukup baik bila dibandingkan dengan masa-masa saya (atau di masa-masa mas sigit juga) sehingga apresiasi positif juga perlu saya sampaikan di sini untuk prestasi yang telah di capapi. Yang terakhir, mari kita sama-sama jaga agar hal tersebut jangan “hanya” jadi sebuah retorika belaka. Tetap semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s